Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Membuat Resolusi Tahunan sebagai Panduan Mewujudkan Impian

Menentukan tujuan adalah kunci utama yang harus kita siapkan sebelum kita mulai melangkah. Dari tujuan tersebutlah, kemudian kita akan menyusun strategi atau metode yang paling sesuai. Nah, berkaitan dengan menentukan tujuan inilah, biasanya kita menetapkan resolusi di penghujung tahun. Resolusi tahunan ini bisa berfungsi sebagai panduan yang menuntun kita menuju impian yang ingin diwujudkan dalam rentang satu tahun kedepan. Resolusi tahun sebelumnya, bisa juga kita gunakan sebagai bahan evaluasi atau pertimbangan pada penyusunan resolusi yang baru. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan segalanya bisa berjalan semakin lancar. Bagi saya pribadi, tahun 2018, merupakan tahun penuh anugerah. Bagaimana tidak, perjalanan yang saya tempuhi bagai sebuah proses metamorfosis, dimana saya menikmati peran sebagai seorang penulis amatir yang awalnya begitu 'polos', benar-benar pemula, kemudian terus diberkahi dengan kesempatan demi kesempatan untuk belajar dan menam...

Jangan Takut Melangkah Meski Harus Berubah

Terkadang kita harus berani keluar dari zona nyaman untuk menemukan hal-hal baru. Walaupun itu tidak selalu berarti baik. Adakalanya, di zona baru kita bertemu kerikil tajam hingga batu godam. Namun, tak jarang, justru lewat jalan tersebut, kita pun akhirnya menemukan jawaban atas pencarian yang lama terendap dalam sudut angan. Mungkin dari sana, akhirnya kita bisa berkembang, menambah pengalaman tak terlupakan hingga wawasan yang tak bisa tergantikan oleh sejumlah recehan. Ya, jika ingin maju, kita harus berani mengambil risiko. Tentu saja tidak sembarangan memutuskan. Ada persiapan dan kesiapan diri dulu untuk menerima setiap perubahan. Karena perubahan, tidak hanya mengundang euforia semata namun juga sekaligus memunculkan ketakutan dan kekhawatiran yang tak terprediksi bahkan di luar ekspektasi. Apa saja sih yang perlu kita persiapkan untuk menyambut hadirnya perubahan? Pertama, tentu saja kesiapan mental. Siapkan diri untuk mene...

Mengundang Kebahagiaan dengan Bersyukur

Anak-anak mempunyai parameter kebahagiaanya sendiri. Bisa jadi seiring dengan apa yang kita pikirkan, atau justru berkebalikan dari apa yang kita persepsikan. Boleh jadi, bagi orang dewasa hal itu berarti ribet, tapi bagi mereka justru seru. Mungkin saja, bagi kita hal itu membahayakan, namun bagi mereka itu menyenangkan. Atau seringkali bagi kita, itu kotor dan jijik, akan tetapi bagi mereka itu justru bikin happy. Nah, terkadang perbedaan ini pula lah yang membuat kita tiba-tiba bertanduk, ingin marah, ingin mengomel, ingin "mencereweti",  karena merasa mereka 'membangkang', tidak menurut, selalu bikin ulah, dan nakal? Untungnya di zaman now, banyak materi parenting yang bisa dengan mudah diakses hanya dengan sentuhan jemari. Jadi, perkara tersebut, sebagian besar sudah bisa 'diterima' dengan legowo oleh orang tua yang 'open minded'. Setidaknya, kita bisa menerima secara bijak, bahwa memberikan kesempatan kepada ananda un...

Bincang Sebarang

Alhamdulillah beberapa hari lalu saya berkesempatan untuk belajar di tiga kelas sekaligus. Bagaimana bisa?  Di era digital, ternyata semua itu adalah hal yang lazim, bukan suatu hal yang mustahil. Maka, sangat bersyukur bisa menikmati kemudahan seperti ini. Namun, saking mudahnya mendapat ilmu, terkadang kita abai. Hanya menjadikan hal itu sebagai pengetahuan secara teoritif, tidak segera dieksekusi. Ya, ini pun masih menjadi PR saya.  Setiap ada info kelas Wag, lah kok kayaknya ini tangan gatal ingin klik join . Mungkin, bagi saya, yang sepanjang hari berkutat dengan perihal berbau domestik, bercengkerama dengan lingkungan berbau 'informatif' dan 'inspiratif' bisa menjadi pilihan me time yang 'mencerahkan'.  Setidaknya, ada hal-hal baru yang bisa saya ATM, atau sekadar kisah inspiratif dari seseorang yang berbaik hati dan sudi untuk berbagi pengalaman dan wawasannya. Ya, pada akhirnya, walaupun tidak semua teori yang saya terim...

Selamat Bulan Oktober

Pict by Pixabay Dilansir dari Wikipedia, pada bulan Oktober saja tercatat ada lebih dari 20 hari yang diklaim sebagai hari peringatan. Misalnya saja tanggal 2 Oktober kemarin, kita rayakan sebagai Hari Batik Nasional, kemudian tanggal 5 Oktober diingat sebagai Hari Tentara Nasional Indonesia. Bagi yang terkait dengan hari-hari tersebut, tentu itu merupakan hari yang istimewa. Setiap orang memilki caranya sendiri dalam mengekpresikan kebahagiaan dan kebanggaannya. Apakah hanya pada hari itu, sesuatu bernilai istimewa? Sebagai contoh, tanggal dua Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Seluruh laman media sosial penuh dengan kalimat demi kalimat yang berkaitan dengan tema ini. Seperti biasanya, sebuah isu hanya akan menjadi topik utama pada momen tertentu. Tanggal 21 April misalnya, setiap orang seolah takut ketinggalan untuk menyemarakkan peringatan Hari Kartini. Pada hari ini, seolah sosok wanita mandiri, berprestasi dan menginspirasi begitu dicintai, dimul...

Memaknai Perbedaan

Pict by Pixabay Kalau bicara tentang perempuan pasti seru ya, terutama seorang ibu. Karena perempuan itu cenderung melebihkan segala hal.  Perbedaan metode parenting, profesi, cara melahirkan, menggendong, MPASI, penggunaan diaper, bisa menjadi perdebatan panjang. Bahkan perbedaan cara memakan bubur ayam pun bisa menjadi dua kubu, tim diaduk atau tim tidak di aduk. Sekilas terlihat lucu, ya? Yang pro dan kontra saling melempar argumentasi yang mendukung pendapatnya.  Padahal, mau di sisi mana pun kita berada, selama apa  yang kita lakukan tidak melanggar aturan dan tuntunan agama, maka sah-sah saja, bukan? Ya, kalau kita mau membawa santai kayak di pantai (eh 🤭), kita tentu tidak akan mudah terprovokasi untuk saling menghujat atau saling menyinyiri . Karena perbedaan itu justru semakin memberi warna. Dan, setiap pilihan tentu memiliki kelebihan dan kekuranganya masing-masing. Tinggal disesuaikan dengan ...

Tentang Cinta

Pict by Pixabay Bismillahirrohmanirrohiim ... Cinta. Selalu asyik membicarakan cinta. Kisahnya tak pernah berkurang sepanjang masa. Ada banyak versi. Entah berakhir bahagia, atau justru menjadi prahara. Setiap kita pasti punya kisah cinta. Cinta hadir dalam setiap benak insan manusia. Dalam beragam bentuknya.  Cinta manusia, cinta semesta, cinta orang tua, cinta dunia, cinta satwa dan fauna, cinta sahabat dan keluarga, cinta adik dan kakak, cinta tetangga, cinta beragam aktivitas bahkan benda-benda sebagai hobi belaka. Ya, makna cinta bisa begitu luas. Boleh saja mengartikan cinta seperti apa-pun yang kita suka. Namun perlu diingat, cinta adalah fitrah, setiap diri pasti memiliki rasa cinta, namun cinta pun harus ditata, bagaimana kita menyikapi cinta ini agar cinta tidak menjadikan kita kufur dan mendurhaka pada-Nya. Bukan dilarang jatuh cinta, tetapi bijaklah dalam memaknai rasa cinta yang hadir dalam jiwa, agar ia menjadikan diri ...

Kontemplasi Hati

Pict by pixabay Dalam sekali sapuan pandang, kita akan memiliki banyak sisi untuk dilihat.  Mungkin di sisi kiri atas, kita akan melihat hal yang membuat hati teriris. Geser sedikit ke kanan, akan ada hal lainnya yang membuat hati berbunga. Lebih ke kanan lagi, ada pemandangan yang membuat hati merasa nyaman. Semakin ke kanan tampak jalanan terjal berbatu, hingga semakin ke kanan, ada rumpun belukar yang tumbuh meninggi, dan seterusnya, dan seterusnya. Ada banyak hal yang bisa kita lihat, tetapi kita selalu bisa memilih ke arah mana mata kita akan tertuju.  Jadi, mungkin di satu sisi ada hal-hal buruk yang membuat hati merasa gemas, kecewa dan marah. Namun selalu ada sisi lain yang mungkin saja menawarkan kebahagiaan, kenyamanan dan rasa aman.  Maka, fokuslah pada hal yang membuatmu semakin bersemangat. Bukan berarti kita menghindari masalah, namun jangan terlalu berpaku pada sisi yang buruk. Biarkan saja i...

Kekuatan Kata-kata

Credit: pixabay & canva  Terkadang bahasa tulisan tak seindah kenyataan. Bahkan prahara sekalipun, dalam bentuk tulisan dengan diksi yang puitis akan terdengar sangat romantis. Begitu juga dengan kepedihan yang mendalam, ia bisa menjelma sebagai sebuah lelucon konyol yang bisa mengundang tawa hingga terpingkal-pingkal, hanya karena disampaikan dengan bahasa yang jenaka. Itulah the power of words. Kita bisa menggunakannya sebagai senjata yang mematikan, atau sebagai obat yang menyembuhkan. Tergantung dari sudut pandang mana engkau menilai. Dari sisi mana engkau berpihak. Dari celah mana engkau mengambil peran. Satu peristiwa yang sama bisa jadi akan terkesan berbeda ketika dituliskan oleh orang yang berbeda. Karena setiap orang memiliki kecenderungan. Ada yang cenderung suka pada cerita tragedi, misalnya. Maka ia, akan menyajikan sebuah peristiwa dengan sangat dramatis, memilukan dan ' sad ending '.  Ad...

Emak Melek Literasi

Pixabay Belakangan ini, kiprah emak sedang naik daun. Bagaimana tidak, dari berbagai lini, banyak mencuat tentang kisah 'heroik' emak yang ikut berpartisiapasi dalam memperjuangkan kejujuran dan keadilan yang menghiasi berbagai media massa. Tentu saja bukan hanya sekedar keluh kesah mahalnya harga berbagai kebutuhan pokok, yang memang sudah menjadi produk yang sangat dekat dengan keseharian ibu dalam merancang dan merencanakan kebutuhan gizi keluarga, yang bisa mengancam lancarnya keberlangsungan dapur agar tetap mengepul sempurna. Namun, peran emak sekarang pun merambah juga dalam dunia literasi. Dimana, media informasi dan komunikasi menjadi media utama dalam penerapannya. Lihat saja di berbagai media sosial, begitu riuh para emak yang menyuarakan keresahan hatinya.  Di zaman millenial ini, dimana segala informasi semakin mudah diakses, kepiawaian seorang emak untuk menyaring informasi yang beredar tentulah san...

Kenorakan yang Hakiki

Tulisan saya di rubrik Ah Tenane! Solopos Bilang saja saya norak. Tak mengapa. Mungkin memang norak ya, karya tak seberapa udah koar koar bangga. Hihi... 🤭 Namanya juga pertama kali. Mohon dimaklumi. Ye, kan? *nyari dukungan* 😅 Yang pertama kali kan memang biasanya penuh kesan. Walau pengalaman pertama tentu bukan yang paling sempurna. Karena pertama kali berarti masih dalam proses belajar. Untuk melengkapi kebahagiaan, saya mau sharing juga tentang komunitas yang sudah "membuat" saya sejauh ini. Ya, the best ever, Komunitas One Day One Post, yang saat ini diketuai oleh mas Suden Basayev 👏👏👏 Jadi setelah digodog sekitar dua bulan di kelas odop, sebulan di kelas fiksi/non fiksi, kita resmi menjadi bagian dari keluarga besar ODOP. Enggak rugi deh gabung disini. Ilmunya kece, dan yang lebih berpengalaman pun tak pelit berbagi ilmu dan menyemangati kami yang masih newbie. Lebih kece lagi, program di ODOP ini berkesinambungan. Jadi, setelah kelas intensif...

Siklus Perjuangan

Jika ingin sukses, maka harus siap gagal. Itu kuncinya.   Mengapa? Karena sejatinya, kegagalan dan kesuksesan merupakan bagian dari siklus perjuangan.  Mau tidak mau, suka tidak suka, untuk mencapai titik kesuksesan, kita pasti akan melewati dahulu tangga kegagalan.  Hanya saja, siklus perjuangan ini bersifat eksklusif. Setiap orang mempunyai siklusnya sendiri, dengan pola yang random pula. Sehingga kita tidak bisa memprediksi dengan tepat, berapa kali tahap gagal yang harus kita lewati untuk kemudian menjejaki titik kesuksesan. Mungkin saja bagi dia, cukup sekali gagal, bisa langsung ke tahap sukses, namun bagi saya butuh berpuluh kali gagal, hingga akhirnya bisa mencicipi takdir sukses. Untuk itulah, diperlukan kegigihan dan keteguhan dalam sebuah perjuangan.  Karena, bisa saja jatah gagal kita sepuluh kali, sebelum kemudian menjejak tangga kesuksesan, namun karena kita sudah kadung goyah dan menyer...

Tentang Kemaafan

Ketika kita hanya fokus pada kesalahan orang lain, kita terlupa untuk berinstrospeksi diri. Ketika kita fokus untuk mengubah orang lain, kita terlupa untuk memperbaiki diri. Ketika kita sibuk mencari kesalahan orang lain, kita lupa mengapresiasi sisi positif yang ada padanya. Ketika kita terlalu fokus mengeluhkan kekurangan orang lain, kita terlupa untuk mensyukuri kebaikan yang pernah ia berikan. Ya, adakalanya kita lebih cenderung mengingat 'keburukan' orang lain, apalagi jika itu benar-benar melukai hati. Manusiawi memang. Tetapi, jangan sampai kekecewaan kita pada seseorang membuat kita menjadi merasa "berhak" untuk berlaku hal yang sama. Menjadikan kita pada akhirnya berperilaku serupa dengan apa yang seseorang lakukan tersebut. Jadi, apa bedanya kita dan mereka? Jika kamu merasa terluka setelah dikecewakan, mengapa kamu justru melakukan "pengulangan" cerita dimana kini kamulah yang menjadi subjek pelakunya. Bukankah seharusny...

Awali dengan Tulus, Akhiri dengan Ikhlas

Sumber: pixabay Kita seringkali berujar "saya tulus" dan merasa diri kita sudah tulus. Namun disaat yang sama kita merasa kecewa saat apa yang kita lakukan tidak diterima dengan baik, atau tidak mendapatkan respon seperti apa yang kita mau. Saat kau bilang tulus, bukankah seharusnya penolakan tak akan membuat semangat tulusmu berkurang? Pun jika pada akhirnya orang lain tak melakukan seperti apa yang engkau perbuat, walaupun itu sebenarnya suatu keharusan bagi mereka, engkau tetap berbuat baik tanpa ada perasaan "dirugikan", dan tak menyerah untuk tetap berbuat baik hanya karena beralasan, "masa saya doang yang berbuat baik?" Sungguhkah kita sudah benar benar tulus? Jika tulus adalah melepaskan, bukankan sejatinya kita diminta untuk tidak "menagih" balasan dalam setiap ketulusan? Jika masih terselip rasa ingin "dinilai" dan direspon dengan baik, gugurkah ketulusan yang sudah kita bangun? ...

KEBANGKITAN WESTLIFE

⁣ Helo, my love! ⁣ ⁣ Sudah dengar lagunya?⁣ Untuk para remaja 90'an, siapa sih yang tak kenal dengan para "penyaji suara" yang satu ini?!? Boy band fenomenal pada masanya. ⁣ ⁣ Hay teman seumuran...⁣ Para mantan pengagum #Westlife (Atau MASIH menjadi fans garis keras???), #HarapTenang ya, jangan Baper ! 😁✌⁣ ⁣ Sudah 20 tahun berlalu, sejak album perdananya rilis pada tahun 1999. Dan antusiasme dari para 'penikmat' lagunya, masih tetap luar biasa! 👏👏⁣ ⁣ Kita bisa belajar dari kebangkitan mereka memperjuangkan "mimpi", setelah sempat terhenti langkahnya beberapa tahun silam.⁣ ⁣ Luar biasa ya, ternyata berkarya itu tak bergantung usia. ⁣ ⁣ Dulu mereka muda, kini terlihat semakin dewasa. Namun, karyanya tetap dinikmati dan diterima dengan baik oleh pemujanya.⁣ ⁣ Bahkan mungkin popularitasnya tak kalah ngehits dari para band sejenis di era millenials ini.⁣ ⁣ Maka, tak usah patah semangat seandainya kita baru saja mulai berkarya di usia ...

Sudahkah kita berdamai dengan perbedaan?

Pixabay Kamu ingin dimengerti dan berharap orang lain menerimamu apa adanya, namun dirimu berkeras menjadikan orang lain berubah seperti yang kamu mau?!? C'mon, dont be selfish, please... Cintailah mereka apa adanya, sebagaimana engkau ingin dicintai sebagai dirimu apa adanya. Bukan untuk saling memaklumkan diri ketika berbuat salah, namun bersama membangun diri menjadi lebih baik dengan dikelilingi hujan cinta berpayung penerimaan utuh, bukan sekedar banjir caci maki dan penghinaan karena kelamahan yang kita miliki.  Saling menghargai perbedaan untuk memperkaya wawasan kita, bukan saling mencari kekurangan untuk dijadikan bahan olokan dan menjatuhkan. Karena sejatinya, perpecahan terjadi bukan semata karena perbedaan, melainkan bagaimana cara pandang kita melihat perbedaan itu sendiri.  Isi kepala boleh berbeda, karakter diri bisa tak sama, namun itu tak bisa menjadikan alasan kita untuk berpecah belah. Karena sesuatu dikat...

Tips Malam Minggu Untuk Umat Jomlo

Menunggumu (sumber: pixabay) Hari Sabtu datang lagi, artinya malam minggu kembali menjumpai. Malam yang dinanti semua orang, kecuali jones . Ups. Mohon bersabar, ini ujian. Halo mblo, jangan baper ya, mending kita hepi hepi sambil ngaca diri, meng- upgrade kualitas diri, mendekatkan diri pada Illahi, sembari mengucap lantun doa tiada henti. Nah, kalau malam minggumu terasa jemu, selalu menunggu sepanjang waktu, hingga begitu saja berlalu dalam sendu, mending mampir disini, ada 'menu' spesial buat kamu yang sampai kini masih sendiri... "Sudah terlalu lama sendiri Sudah terlalu lama aku asyik sendiri Lama tak ada yang menemani Rasanya...... Aku harus berusaha.  Tapi mulai darimana, oh" Mau tahu mulai darimana?  Daripada malam minggumu kelabu karena sekedar menunggu dalam jemu yang tak kunjung berganti temu, mending baca dulu  aja beberapa tips berikut ini, yuk! Pahami dan pelajari family goal sebelum memu...