Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Curahan Hati

Curahan Hati Pejuang Deadline

Kesan yang saya rasakan selama ikut kelas non fiksi adalah, keteteran. Ya ampun, rasanya tiada hari tanpa utang tulisan. Antara cemas, lelah dan penasaran. Bisa nggak ya menuntaskan apa yang sudah dimulai?  Tapi, kalau harus menyerah, kok ya enggak tega. Apalagi pije kelas nonfiksi sudah berbaik hati memberi kesempatan membayar semua utang pekan sebelumnya pada hari terakhir ini. Makanya, walau terasa berat, tetapi komitmen harus dipegang. Siap memulai, maka harus siap menuntaskan. Walau tersaruk, pada akhirnya, utang delapan postingan bisa juga tuntas dalam dua hari. Entah apa yang merasukiku. 😁 Mungkin karena semangat teman sekelas yang begitu melimpah ruah, hingga saya yang notabene jarang hadir tepat waktu saat materi berlangsung sekalipun, masih kecipratan semangatnya. Banyak materi per-blogan yang kami dapat di kelas ini. Walau sejujurnya, saya baru sebatas membaca sebagian kecil teorinya, dan belum mulai mengaplikasikannya....

Ayo Bermain Hujan!

Hujan, datanglah Ku ingin bermain Bersama teman-teman, menikmati hujan... (Dinyanyikan dengan nada "rain rain go away") Alhamdulillah, rupanya hujan sudah bersedia bersahabat kembali dengan kami, ia berbaik hati bertandang lebih lama. Ya, tiga hari terakhir ini ia terus hadir memberi nuansa baru, setidaknya udara subuh hari kini terasa lebih 'bersahabat', tidak terlalu gerah dan kering.  Sepanjang musim kemarau tahun ini, inilah hujan terkonsisten yang menyapa kami setiap hari tanpa jeda, walaupun hanya berlangsung dalam hitungan menit hingga satu jam. Udara kini terasa agak sejuk (walau selepas hujan berhenti, udara kembali berasa lebih panas), tanah sudah terlihat kembali melembab, tetumbuhan mulai terlihat segar kembali, dan duo krucil semakin giat menyuarakan hasrat untuk menjejak tanah di bawah kucuran hujan yang kembali menderas. Dan hari ini, hujan pun hadir kembali, sangat deras, namun cukup aman untuk dinikmati, tanpa takut kil...

Surat Kecil untuk Hujan

Kemarau tahun ini, hadir dalam waktu yang cukup panjang. Kehabisan air menjadi berita dimana-mana. Bahkan di tempat yang secara logika seharusnya menjadi "lumbung air", kini justru tak mendapat pasokan air. Ketidakhadiran hujan yang melebihi batas prediksi, membuat sebagian bumi, khususnya di wilayah Nusantara ini seakan panas membakar. Suhu udara meningkat. Bahkan saat malam jelang pagi, yang biasanya membuat tubuh gemetaran karena dingin, kini terasa sumu k dan gerah. Ya, setelah lama tak bersua, kini kita merengek menginginkan pertemuan kembali dengan kucuran air dari langit. Berharap tetumbuhan yang mulai mengering, kembali menampakkan geliat kehidupan. Berharap sumur yang semakin menyusut, kembali digenangi air. Berharap suhu udara yang terasa semakin memanas kembali pada titik sejuk. Tak henti mulut-mulut yang dulu kerap melempar caci pada hujan yang hadir tanpa henti, kini mengucap doa lirih, mengharap hujan segera turun hingga dera...

Jadi, Pilih yang Mana?

Alhamdulillah, rezeki tak terkira ketika akhirnya saya mendapat kesempatan untuk mencicipi ilmu di kelas non fiksi, walaupun saya tidak benar-benar mengikuti 'alur perjuangan berkucur peluh' sebagaimana yang dilakukan kawan-kawan peserta ODOP batch tujuh yang luar biasa tangguh dan super canggih itu. Bayangkan saja, dua bulan sudah mereka menulis maraton setiap hari, berkutat dengan perblogan  dan menaklukan tantangan demi tantangan yang tidak bisa dibilang 'mudah', dan mereka berhasil melewati itu semua dengan baik. Luar biasa, bukan? Maka, saat saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kelas lanjutan, tanpa pikir panjang, saya pun menyanggupinya. Walaupun, konsekuensinya adalah, saya pun harus ikut "berjuang" bersama teman-teman lainnya. Menulis hampir setiap hari, dan turut merasakan euforia dan harap cemas menanti tantangan apa yang akan diberikan setiap pekannya. Siapkah saya menaklukan tantangan demi tantangan? Entahlah.  J...

Bertumbuh dengan Memberi

Pict by Pixabay Bismillahirrohmanirrohiim ... Sejak tahun 2018, saya mulai intens berkenalan dengan dunia literasi. Berawal dari keinginan yang kuat dalam diri untuk memposting tulisan setiap hari melalui media instagram, hingga akhirnya menemukan "wadah" yang bisa semakin menguatkan mimpi saya. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak pula komunitas menulis yang saya jajaki. Dari sana lah saya menjaring ilmu, pengalaman dan jam terbang yang tak bisa dinilai dengan nominal.  Saya bersyukur, bisa mendapatkan kesempatan yang sangat berharga. Satu per satu, mimpi saya menemukan titik terang. Alhamdulillah, banyak sekali manfaat yang saya dapatkan melalui komunitas. Oleh sebab itu, ketika ada tawaran untuk menjadi bagian dalam "dapur" komunitas, saya memberanikan diri untuk ikut terlibat. Bukan karena saya merasa sudah cukup ilmu, namun karena begitu banyak manfaat dan kesempatan yang telah diberikan oleh komunitas tersebut, membuat saya...

Perjalanan Menulisku

Bismillahirrohmanirrohiim ... Mengapa saya suka menulis? Karena kapasitas memori di kepala saya terbatas, dengan menulis, setidaknya saya bisa mengurangi sedikit ruang di tempurung kepala, dan tanpa perlu menciptakan mesin waktu, saya bisa kembali ke masa lalu hanya dengan membuka catatan .... Dengan menulis, kita bisa "berumur" lebih panjang. Walau raga tak lagi menjejak bumi, namun pikiran yang tertuang dalam sebentuk tulisan, akan tetap terkenang dan bisa menjadi amal jariyah, jika apa yang kita tuliskan bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Maka menulislah, bukan sekedar mencurahkan isi hati, namun alirkanlah energi positifmu didalamnya, maka segala resahmu kelak bertransformasi menjadi sebuah perenungan, yang bisa menjadi pengingat diri di kala terlupa hingga penyemangat hidup di kala terpuruk. Menulislah! Agar kau tetap "abadi". Begitulah, paragraf yang saya tuliskan kala itu, ketika ditanyakan, mengapa saya suka menulis? Bagai...

Menjadi Ibu itu ...

Menjadi Ibu itu butuh skill yang mumpuni. Tidak sembarangan. Karena Ibulah madrasah pertama putra-putri kita.  Menjadi ibu itu musti kreatif, harus pandai mencari celah terbaik guna memuluskan jalan menuju goal yang diharapkan. Menjadi ibu itu harus multitasking , harus bisa ini itu, dan punya kemauan keras untuk belajar lagi hal-hal baru, sebagai bekal dalam pendampingan tumbuh kembang Ananda. Tapi, mengapa tidak ada perkuliahan dengan jurusan menjadi ibu ideal, misalnya? Bukankah, kiprah seorang ibu terhadap lahirnya generasi bangsa yang berkualitas dan berakhlak mulia begitu penting? Jika ibu tak piawai, bagaimana bisa mendidik anak-anaknya menjadi pandai? Hampir setiap ibu baru, pasti merasakan kebingungan ketika pertama kali menyandang gelar mulia tersebut. Banyak tanya melintas di dalam tempurung kepala. Namun, terkadang jawaban yang ia dapat hanyalah 'petuah' yang membuat sesak dada. "Kan aku tuh ibu baru, wajar kali enggak tah...

Sudahkah Kita Turut Andil dalam Gerakan Ramah Lingkungan?

Disclaimer: Hmm... Mau 'numpang' curhat lagi, deh... Jika tidak keberatan boleh dibaca sampai akhir. Jika keberatan, boleh di skip saja... 🙏😁 Bismillahirrohmaanirrohiim... Akhir-akhir ini, sedang marak digaungkan perihal ramah lingkungan. Ini kaitannya dengan kepedulian kita terhadap kelestarian alam. Bagaimana bentuk tanggung jawab kita terhadap bumi.  Ada beberapa upaya yang menjadi bagian dari ikhtiar saya terkait ramah lingkungan. Salah satunya adalah penggunaan clodi alias clothes diaper, sebagai pengganti diaper sekali pakai pada anak sulung saya. Alhamdulillah, kami bisa bertahan selama kurang lebih 2,5 tahun bebas diaper sekali pakai. Namun, seiring berjalannya waktu, saya pun menyerah. Pertama, ukuran clodi sudah tidak fit dengan tubuh ananda.  Kedua, proses perawatan clodi yang kami lakukan tidak berjalan baik, sehingga, clodi yang sedianya bisa diwariskan kepada putri kedua kami, hanya bisa dipakai beberap...

Kegagalan yang Membuat Hati Terenyuh

Saya bukan tipe yang pandai per- baking -an. Masak saja alakadarnya, entah enak atau tidak rasanya. 🤭 Tapi, karena lihat si Sulung demen banget sama per-rotian, muncullah hasrat untuk membuatkannya roti. Pasti senang dong ya jika buah hati kita terlihat lahap dan suka saat makan roti buatan ibunya sendiri...  Nah, kebetulan, Ramadhan kemarin , ibu memberanikan diri untuk membuat roti dengan bahan dan skill seadanya, dan modal resep hasil gugling , tentunya. 😁 Bikin roti perdana yang penuh kesan. Kegagalan yang bikin hati terenyuh. 🤭 Mengapa? Karena ternyata hasil rotinya gagal total. Bantat, sodara-sodara ... Mungkin karena bahan pengembangnya sudah terlalu lama disimpan, jadi sudah tidak terlalu aktif. Roti pun jadinya tidak mengembang. Namun herannya, si Sulung kok tetap suka, ya. Hampir semua roti, ia yang habiskan. Inilah yang bikin ibu terenyuh. Roti begini saja kamu doyan ya, Bang. Atau karena ingin menghibur ibu yan...

Menggali Potensi Diri dengan Menulis Antologi

Pict: Pixabay Bismillahirrohmaanirrohiim... Tahun ini adalah tahunnya panen buku antologi. Huaaa... ini bahagianya campur-campur sih. Antara senang tapi gemes, soalnya perbukuan ini kok ya launchingnya hampir berbarengan... *kekepindompet Terlepas dari itu, ya pastinya saya sangat bersyukur dong, sekaligus bangga, ternyata saya bisa mengalahkan bisik ketakutan dalam diri yang merasa tak mampu, malas hingga cemas. Bisa nggak ya? Bagus nggak ya? Laku nggak ya? *ups Sebenarnya, dari awal, tujuan saya ikut berkontribusi dalam even nulis buku bareng ini, hanya karena ingin punya karya, yang kelak bisa juga membuat saya, setidaknya merasa bangga dan bersyukur pernah berkontribusi dalam membagikan kemanfaatan dari apa yang saya miliki.  Entah pengetahuan walau cuma seuprit, atau pengalaman yang baru seumur jagung, atau sekedar curahan hati yang bisa diambil hikmahnya oleh yang membaca. *semoga 🤲 Makanya, saat launching buku, saya tidak ngoyo ...

Haru Biru dalam Proses Penyapihan si Kecil

Picture by pixabay Pada postingan kali ini, emak mau curhat aja deh ya. Soalnya sudah guemes banget. Ceritanya, si anak gadis lagi masa penyapihan. Ini sudah mau masuk minggu kedua. Proses penyapihan di minggu pertama lumayan sukses, setelah 3 hari yang penuh drama, selanjutnya berjalan cukup mudah.  Anak gadis tidak lagi meraung marah saat diberi pengertian. Alhmadulillah. Stepnya kurang lebih seperti yang sudah saya paparkan pada postingan ini dan ini . Ibu pun happy dong yah, karena proses penyapihan bisa berjalan dengan baik.  Namun, memasuki minggu kedua, ujian pun datang. Qodarullah , si Cantik demam setelah (mungkin) kelelahan selepas berkegiatan yang cukup menguras energi. ( Lihat postingan ini ) Bagaimana tidak, dua hari berturut turut, si Kecil ikut bolak balik berkendara, malam berangkat dari rumah menuju Kuningan. Paginya berangkat lagi ke Cirebon hingga sore hari, ditambah lagi jadwal makan yang tidak terat...

Menulis Bareng Komunitas Odop Batch 6

MasyaAllah, tabarakallah. Setelah sekian lama "berjuang sendiri", akhirnya menemukan komunitas menulis yang luar biasa. Alhamdulillah, setelah beberapa bulan ini mencoba konsisten menulis, hanya sekedar menuang isi kepala, tanpa tahu ilmu kepenulisan yang baik dan benar, dan justru itulah yang menghantarkan saya pada salah satu komunitas menulis yang menekankan konsistensi pada seluruh  anggotanya.  Terimakasih "komunitas one day one post" yang telah bersedia menerima "pinangan" saya untuk terlibat didalamnya, gak nyangka bisa sampai "sejauh ini", semoga bersama komunitas ini saya tetap menjaga konsistensi menulis dengan keilmuan yang lebih baik, dan suatu saat bisa menetaskan karya yang bisa memberikan manfaat bagi banyak orang, bukan sekedar curhatan tanpa makna seperti selama ini saya posting di media sosial. 😁  Itulah sekilas gambaran bagaimana saya bisa bergabung dengan komunitas odop. Sekarang lanj...

Dari “Binatangnya mana?!?” hingga “hape manaaaaaa??????”

Rencana liburan sudah jadi tema diskusi kami bersama sahabat open little josh lainnya sejak akhir bulan lalu, namun hanya sekedar wacana, karena sampai menjelang hari H tak juga diperoleh keputusan final. And finally, “hanya yang serius” yang berani mewujudkannya. :-P Minggu, 17 november 2013, kami membuktikannya, tetap teguh menjalankan rencana walau jadinya hanya berdua, tanpa cowok2 open little josh. ^_^V Pagi, skitar pukul 09:15 bersiap bertolak dari wtc serpong menuju stasiun serpong, mengantri membeli tiket, menumpang kereta api untuk sampai di kebayoran dan kemudian naik metromini ke arah blok M disambung busway menuju Ragunan. Its so long long long journey, padahal tangerang-jakarta kan tetanggaan... L Tiba di Ragunan saat adzan dzuhur menjelang, dan disambut dengan derasnya hujan yang tiba-tiba datang tanpa diminta. Selepas shalat, hujanpun mereda, dan here we go! Ragunan zoo park, we’re comiiiiiing........ Masuk pelataran dalam setelah terelebih dahulu memb...