Halaman

Rabu, 01 Februari 2017

Parenting yang efektif adalah keteladanan

Ingin anaknya pinter ngaji, tapi bapak ibunya gak pernah ngaji.
Pengen anaknya rajin solat berjamaah, tapi bapak ibunya gak mengenalkan dan membiasakan sejak dini.                
Pingin anaknya begini begitu, tapi bapak ibunya gak ngasih teladan. How come????

Hellloooow.... Parenting itu bukan sekedar teory tapi juga practically, kalo bapak ibunya gak ngasih teladan, gak memfasilitasi, Gak mengkondisikan, tapi pengen ujug ujug anaknya jadi anak yang soleh, taat, cerdas, baik hati, dsb dsb dsb.... How come?

Parenting itu hanya akan efektif dengan keteladanan, pembiasaan, pengkondisian dalam lingkungan dari yang terkecil yaitu keluarga hingga lingkungan lebih luas dengan sinergi kedua orangtuanya. Bukan salah satunya. Ingat, sinergi keduanya. Jadi parenting yang efektif itu dimulai dalam keluarga, yaitu keteladanan dari ayah ibunya. Keduanya. Memberi contoh nyata, bukan sekedar membacakan, memerintah, menuntut, dan berambisi. Anak harus begini begitu begono, tapi bapak ibunya cuma leyeh leyeh. Tunjuk sana sini, sibuk dengan dunianya saja.

Lets practically to be a good parents with "keteladanan".

Hakikat rezeki

Rezeki itu apa?
Sesuatu yang membuat kita bahagia.
Bukan hanya dalam bentuk materiil. Bisa jadi dalam bentuk moril dan spirituil.
Contohnya anak yang soleh. Adalah rezeki. Istri yang solehah adalah rezeki. Nikmat iman dan islam adalah rezeki. Harta yang berlimpah adalah rezeki jika diiringi keberkahan. Karena jika harta berlimpah tapi gak berkah, ia sejatinya hanyalah tumpukan materi tanpa makna dan tak bisa membuat anda bahagia.
Harta berlimpah, namun hidup carut marut, sakit sakitan, keluarga cerai berai, dikelilingi orang yang penuh dengki, dilingkupi perasan waswas sepanjang hari. Tak ada kebahagiaan. Maka sejatinya itu bukanlah rezeki, tapi kesia siaan.
Harta mungkin bisa membuat kita merasa senang tapi belum tentu membuat kita merasa bahagia.
Ya, rezeki itu sesuatu yang membuat kita bahagia. Walaupun tidak selalu dalam bentuk harta yang berlimpah. Syukurilah jika anda masih memiliki sesuatu yang membuat anda bahagia, maka itulah rezeki yang anda punya. Semakin banyak hal yang membuat hidupmu bahagia, itu artinya engkau dilimpahi banyak rezeki, itulah hakikatnya kekayaan. Anda kaya dengan kebahagiaan.
Karena rezeki tak selalu dalam bentuk materi yang hampa, tapi segala hal yang membuat hatimu bahagia. Maka bersyukurlah agar kebahagiaan selalu menaungi setiap langkahmu.